Make your own free website on Tripod.com
syamputra

Home

Selamat Datang | Pencak Diri | Tinta Jiwa | Renungan | Wajah Pujaan | Biodata | Favorite Links | Contact Me | Johan Juara | Syurgaku | Bunga Berbunga | Novella Gabass | Karya Agung | Diari Hati | Puisi Cinta | ReRalat | Articles | Project Paper | Publisiti | Lirik lagu | Idola Minda | Sajak | Pantun | Syair Pujangga | Madah Bermadah | Bicara Lara
Sajak

....................................

************************
Andai dikau membunuh
************************

Andai dikau membunuh.

Ratip
Hati
Sayu

Ratap
Jiwa
Pilu

Aku menangis
Dalam kalbu sendu berlagu esak

Aku meraung
Dalam kalbu gema mengikat sesak

Sangka aku
Pada bulan
Cahayanya akan mekar

Jangka aku
Pada bintang
Serinya akan pancar

Merenung aku dalamsayu dan pilu
Hati jiwa lara ini
Usah ditegur mengapa masih
Menyanyi lagu tanpa henti
Lagu menyentuh
Gerimis rapuh
Gugur bersama momori basi
Yang menjerat temulang ini
Abdi akan sebuah seksa
Hamba akan sebuah skeksa

Pentasnya alam
Latarnya bumi
Bumbungnya langit
Dindingkan batu
Ruangnya cinta

Cinta yang punya erti dusta
Sayang bertindan simpati
Aku sepi lagi

Tiba aku dalam perjalanan
Mencari sesuah kasih yang tertumpah
Insan itu
Hampir ada membuka jendela
Dinihari
Mengajak aku pulang kekamarnya
Enggan aku bukan membantah
Tidak aku bukan menidak
Cuma aku gentar berpijak dilaman orang
Entah apa gerangan rumput sesuci itu
Embun memutik dingin
Sedingan pandanganku
Pada bayang wajahnya

Biar masa menentu
Akan sebuah jejak
Antara nampak
Antara dengar

Dikau terlalu
Memberi wangi pada bunga yang sudah layu

Dikau asyik
Memberi harum pada kelopak yang sudah gugur

Pujuk aku akan diri ini
Dikau memandang cinta
Akan sebuah rasa enak
Pada rupa
Pada paras

Untuk aku memberi genggam ini
Pada sebuah cinta
Uniknya
Hanya pada talian kasih
Yang mula untuk
Menghilang

Entah mengapa?
Mungkin.

23:19

Enter supporting content here